Minggu, 27 Oktober 2013

WAKATOBI ANDALKAN WISATA SELAM DAN INDUSTRI KREATIF




ROFINUS OLA GATAN

WAKATOBI ANDALKAN WISATA SELAM DAN INDUSTRI KREATIF
TANGGAPAN , memang potensi wisata laut Wakatobi sangat tinggi dan akan menjadi salah satu dari sekian banyak wisata laut di Indonesia yang bernilai dan fantastis jika benar - benar dikembangkan secara maksimal. tapi, dalam mengambil suatu tindakan kadang - kadang dibutuhkan pengorbanan, baik secara materi maupun non-materi. hal ini pulalah yang berlaku bagi masyarakat asli wakatobi. memang segala macam program yang dicanangkan oleh pemerintah dirasa tepat, tapi menurut saya itu hanya untuk sebagian kelompok saja ( Pemerintah, Pengusaha, dan Turis ), Pariwisata yang indah sebagai senandung bagi turis yang gandrung dengan hal-hal yang eksotis. Pariwisata hanya menakjubkan bagi mereka yang tak pernah lihat laut yang masih biru dan indah. Sementara bagi warga setempat, wisata justru menjadi mimpi buruk dan bencana karena tidak memberi manfaat bagi mereka.Persoalan sebutan taman wisata yang indah itu hanyalah konsep belaka dari yang datang dari para pelancong. 
Sementara bagi orang Wakatobi sendiri, tak ada yang berubah. Hari-hari berjalan dengan biasa dan mereka masih harus melemparkan jala ke laut demi mendapatkan ikan. Malah, sejak konsep wisata itu kian dipertegas, penduduk Wakatobi justru semakin kesulitan. Para nelayan mulai dibatasi untuk menangkap ikan jenis tertentu sebab disebut pemerintah sebagai ikan langka. Tiba-tiba saja mereka harus diajari cara menangkap ikan yang benar –yang katanya tidak merusak karang. Ini jelas mengabaikan fakta bahwa sejak dulu bangsa Wakatobi telah kenyang asam garam di laut. Sejak dulu mereka sudah terbiasa menyaksikan ombak ganas dan punya setumpuk pengetahuan lokal tentang cara menangkap ikan sejak masa nenek moyang mereka dahulu.di samping itu , dengan adanya larangan melaut bagi sejumlah nelayan membuat pahitnya si buah kehidupan semakin terasa,  meskipun Pemda setempat telah menyediakan beberapa alternatif lain menyangkut kelangsungan hidup ( mata pencaharian ) penduduk setempat seperti PROGRAM EKONOMI KREATIF tapi di perlukan pengetahuan dan ketrampilan serta proses yang bisa saja memakan waktu, karena tidak semua orang memiliki bakat seni, bakat dalam memandu, dan sebagainya.
 Melaut adalah panggung di mana nelayan menemukan kebahagiaan sekaligus mengaktual segenap pengetahuan lokalnya









JUMLAH WISATAWAN KE WAKATOBI MENINGKAT TAJAM
TANGGAPAN
Menurut saya seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa pada dasarnya kegiatan perekonomian suatu negara mampu meningkatkan pendapatan per kapita penduduknya. Salah satu bagian dari kegiatan perekonomian adalah kegiatan pariwisata. Pada bacaan diatas dikatakan bahwa terjadi peningkatan jumlah wisatawan domestik maupun wisatawan manca negara yang berkunjung ke Kabupaten Wakatobi. Seperti yang kita ketahui, Dengan melihat Wisatawan Luar Negeri yang datang maka dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi Pemerintah Kabupaten Wakatobi. Dari data yang ada diketahui bahwa jumlah wisatawan yang datang pada tahun 2010 mecapai 3.000 orang sedangkan untuk tahun 2011 meningkat hingga 100% yakni 6.000 orang . hal yang hampir sama juga terjadi pada jumlah kunjungan dimana tercatat sekitar 10.000 kali, tahun 2011 ini jumlah kunjungan wisata tercatat lebih kurang 15.000 kali. "Artinya, satu wisatawan yang berkunjung ke Wakatobi rata-rata antara dua dan tiga kali kunjungan,". Ini merupakan angka yang baik untuk perkembangan pariwisata indonesia khususnya untuk Kabupaten Wakatobi itu sendiri.  Dilihat dari jumlah pariwisata ini dapat disimpulkan bahwa harapan sesuai dengan kenyataan. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa jumlah ini menjadi menurun pada tahun berikutnya sehingga diperlukan kerja keras untuk dapat mempertahankan angka tersebut dan bahkan perlu untuk lebih ditingkatkan lagi.
Beberapa cara yang diyakini akan berhasil salah satunya ialah promosi pariwisata. Dari argumen diatas mengatakan bahwa pemerintah mengalokasikan anggaran melalui APBD pada sektor tersebut sebesar lebih kurang Rp 5 miliar. Sebagian dana ini untuk membiayai kegiatan promosi pariwisata Wakatobi ke sejumlah negara, terutama Australia dan negara-negara di kawasan Asia Pasifik.  Dari hal tersebut sudah pasti akan mempertambah peningkatan para wisatawan yang berkunjung ke wakatobi dari seluruh benua walaupun yang kita ketahui bahwa wisatwan yang paling domina datang berwisata ke wakatobi yaitu wisatawan dari benua Eropa


Minggu, 29 September 2013

Tugas BEP



Nama : Rofinus Ola Gatan
Nim     : 2011145090

CV. ERA DINAMIKA membuat  dan  menjual  dua jenis produk yaitu Kosimil dan Lusimol. Total biaya tetap untuk kedua jenis produk tersebut Rp. 60.000,00. Harga  jual, biaya  variabel, dan laba kontribusi per unit serta rasio masing-masing produk adalah :

                                                Produk Kosimil           Produk Lusimol
Harga Jual                             Rp. 12,00     100%       Rp. 8,00    100%
Biaya Variabel                      Rp.  6,00      50%          Rp. 6,00     75%
Laba Kontribusi                   Rp.  6,00      50%          Rp. 2,00     25%


1.Jika komposisi penjualan produk K dan L dalam unit masing-masing1 : 1 atau  dalam  rupiah 3 : 2, hitunglah penjualan  pada titik  impas dengan teknik :

   a.  Rasio LK rata-rata
   b. LK rata-rata per unit 

2. Jika  total penjualan yang direncanakan untuk kedua jenis produk tersebut  sebesar 20.000 unit, dan  komposisi penjualan produk K dan  L  dalam unit masing-masing 1 : 1 atau  dalam  rupiah 3 : 2, hitunglah besarnya laba yang direncanakan


Penyelesaian :
1. Menghitung penjualan pada titik impas dengan komposisi produk K
   dan L dalam unit 1 : 1 atau dalam rupiah 3 : 2.

a.       Teknik CM ratio rata-rata
                                                                 a + i
   BEP (Rp)     =        -----------------------------
                                   Rasio Laba  Kontr. Rata-rata

                                                        Rp. 60.000 + 0
                                 =               --------------------------         = Rp. 150.000,00
                                                (50% X 3) + (25% X 2)
                                                  --------------------------
                                                                  3 + 2

 Titik impas tercapai pada penjualan sebesar Rp. 150.000,00. Produk K dan produk L dengan komposisi 3 : 2, maka  produk K sebesar = 3/5 (Rp. 150.000) = Rp. 90.000,00  dan  produk  L sebanyak  Rp. = 2/5 (Rp. 150.000) = Rp. 60.000,00.


b.      Teknik Laba Kontribusi Rata-rata per unit

                                                                       a + i
 BEP (Unit)     =          --------------------------------
                                           Laba  Kontr. Rata-rata per unit

                                                            Rp. 60.000 + 0
                                    =           -------------------------------
                                             (Rp. 6,00 X 1) + (Rp. 2,00 X 1)
                                                  --------------------------------
                                                                   1      +          1

                                           Rp. 60.000
                                    = --------------------        =  15.000 unit
                                                  4

 Titik impas tercapai pada penjualan sebanyak 15.000 unit, produk  K dan produk L  dengan komposisi 1 : 1, maka  penjualan  produk K  =  1/2 (15.000 ) = 7.500 unit, dan  produk L = 1/2 (15.000) = 7.500 unit.
 Bukti :
                            Produk K               Produk L            Total
                           7.500 unit              7.500 unit         15.000 unit
                                 Jumlah      %      Jumlah       %     Jumlah      %


 Penjualan            Rp. 90.000  100   Rp. 60.000  100  Rp. 150.000  100
 Biaya Variabel       45.000     50       45.000    75       90.000   60
                                  -------------------------------------------------------
 Laba Kontribusi      45.000     50       15.000    25       60.000   40
 Biaya Tetap                                                                                60.000
                                                                                                                --------
 Laba Bersih                                                                                      0


2. Jika  total  penjualan 20.000 unit  dengan  komposisi penjualan
   produk k dan L masing-masing dalam unit 1 : 1 atau dalam rupiah
   3 : 2, maka besarnya laba adalah :
                 Produk K             Produk L           Total
                10.000 unit         10.000 unit        20.000 unit
                 Jumlah       %     Jumlah       %     Jumlah        %

Penjualan       Rp. 120.000   100  Rp. 80.000    100  Rp. 200.000   100
Biaya Variabel       60.000    50      60.000     75      120.000    60
                                 --------------------------------------------------------
Laba Kontribusi      60.000    50      20.000     25      80.000     40
Biaya Tetap                                                                              60.000
                                                                                                            ---------
Laba Bersih                                                                              20.000